Pemerintah Pusat Harus Tanggap merespon Rencana Pembangunan Poros Tengah Timur



SENTUL CITY (Bogor Online) Program Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk membuka jalur poros tengah timur sepanjang 47 kilometer luas 30 meter, dinilai oleh banyak kalangan sebagai program paling spektakuler. Merupakan sejarah baru di Indonesia, pemerintah membangun jalan sepanjang itu tanpa mengeluarkan anggaran pembebasan lahan.

“Karena sudah mengetahui nilai strategis dari program pembukaan jalur baru, yang menghubungkan sentul, Kabupaten Bogor dengan Taman Bunga Cipanas, para pengusaha tidak ragu lagi untuk melakukan aksi hibah untuk jalan,” ujar Direktur PT Bhakti Putra Bangsa, Iedfil Jaya Anwar, Rabu (8/6) kemarin.

Proyek Jalan Puncak II 48 Km, Lereng Pegunungan Sentul-Cipanas akan Dibom

Cianjur -Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai mengerjakan pembangunan jalur Puncak II rute Sentul-Cipanas atau alternatif puncak Jawa Barat. Jalan ini akan menjadi penopang Jalan Raya Bogor dan jalan menuju Puncak yang selama ini sudah padat.

Konstruksi proyek ini terkendala kondisi bebatuan yang keras untuk dikerjakan. Sehingga ada rencana meledakkan dengan bom beberapa lokasi yang kondisi tanahnya keras, kegiatan peledakan ini juga untuk membelah lereng pegunungan di lintasan proyek tersebut.

"Kondisi tanahnya itu tanah lempung di atas tetapi di bawah keras sekali dan susah sekali. Jadi keras di dalamnya atau disebut clay soil. Tingkat kemiringan juga 20% kemungkinan kita akan diledakkan," ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Bambang Hartadi saat ditemui di Jalan Lingkar Timur Cianjur Jawa Barat, Jumat (5/7/2013).

Jalan Sentul-Cipanas akan segera dibangun

Bandung (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun jalan Sentul-Cipanas, Bogor, atau jalur Puncak II di kawasan hutan lindung.

"Itu puncak II, rencananya pembangunan jalan tersebut akan menggunakan lahan di kawasan hutan lindung setempat," kata Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar di Bandung, Selasa.

Ia menuturkan pembangunan jalan Puncak II sebagai upaya pemerintah mengatasi kemacetan arus lalu lintas di Puncak Bogor.

Namun, menurut dia, pembangunan jalan itu mengalami kendala seperti sulitnya pembebasan lahan dan harus menggunakan lahan kawasan hutan lindung.

Sejarah Kota dan Kabupaten Sukabumi hingga 1942



Tidak banyak ditemukan literatur mengenai sejarah Sukabumi. Buku yang ditulis Ruyatna Jaya, Sejarah Sukabumi yang diterbitkan Pemkot Sukabumi pada 2003  disebutkan bahwa penguasa pertama kawasan ini seorang Raja bernama Dewawarman (130-168 M). Buktinya adalah altar batu situs Tugu Gede di Cisolok, arca siwa di Jampang Tengah yang tersimpan di Musuem Sri Baduga, Bandung.  Kawasan ini kemudian masuk ke dalam kerajaan Pajajaran.

Awalnya cikal  bakal kota ini adalah beberapa kampung seperti  Cikole dan .  Setelah jatuh ke tangan Mataram daerah ini berada dalam kekuasaan VOC pada 1677 sebagai balas jasa VOC membantu Sunan Amangkurat II menumpas pemberontakan Tarunajaya. Kawasan ini awalnya tidak punya arti ekonomis bagi VOC, sampai ketika kopi jadi komoditi penting.

Sejarah Kota Bogor



Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 54 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Luasnya 21,56 km², dan jumlah penduduknya 834.000 jiwa (2003). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg (pengucapan: boit'n-zôrkh", bœit'-) yang berarti "tanpa kecemasan" atau "aman tenteram".

Kabupaten Bogor Barat


Layak kalau sebagian masyarakat Kabupaten Bogor, terutama warga masyarakat yang berada di wilayah Bogor bagian Barat gegap gempita menyambut rencana pemerintah untuk memekarkan wilayahnya menjadi dua, yakni Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bogor Barat. Konon rencana pemekaran Kabupaten Bogor Barat ini dipastikan akan memperoleh persetujuan DPR RI, yang nantinya akan ditetapkan sebagai daerah tingkat II baru di Propinsi Jawa Barat.

Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Bandung (ITB) menentapkan Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeng layak terpilih sebagai Ibukota Kabupaten Bogor Barat (KBB) jika kelak daerah itu merdeka dari Kabupaten Bogor. “Dari hasil penelitian di wilayah itu baik dari segi geografis, ekonomi, sosial dan budaya yang mencakup 215 berbagai aspek ternyata Desa Cigudeg memenuhi persyaratan di antaranya soal kemiringan tanahnya yang hanya 0-6 derajat,” ujar Ketua Tim Peneliti Prof. DR Djoko Sujarto usai memaparkan penelitiannya, belum lama ini. Penetapan Cigudeg menjadi Ibukota Kabupaten Bogor Barat mengalahkan tiga kecamatan lainya, yakni Dramaga, Leuwisadeng dan Jasinga. “Tiga wilayah tadi akan dijadikan kawasan pengembangan, dan perdagangan serta jasa, ” ujar Djoko seraya menyebutkan KBB bakal lebih cepat maju mengingat potensi sumber daya alamnya yang melimpah.

Sejarah Kabupaten Cianjur


Tiga abad silam merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Berdasarkan sumber sejarah yang tertulis, sejak tahun 1614, daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultana Mataram. Sekitar tanggal 2 juli 1677 disebutkan, Raden Wira Tanu putra R. A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag. Upaya Wira Tanu untuk mempertahankan daerah ini, erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I. Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 2 juli 1677.

Membangun Pariwisata Beradab dikawasan BOPUNJUR


BOPUNJUR merupakan kawasan pariwisata yang SANGAT dikenal luas baik dari dalam maupun dari luar negeri; Ke-elokan puncak dan hawa sejuknya telah menghantarkan kawasan ini menjadi primadona wisatawan domistik maupun manca negara untuk berkunjung bahkan tidak sedikit kalangan pengusaha men-investasikan modalnya membangun sarana penunjung seperti hotel, restoran dll.

Jikalau kita saat ini menelusuri kawasan BOPUNJUR mulai dari keluar tol gadog hingga perbatasan wilayah kabupaten Bogor saja, bagi yang mengenal benar kawasan Bopunjur akan sangat terasa BEDA-nya; Bopunjur kini bukanlah Bopunjur yang dulu lagi, Bopunjur kini seperti perawan desa yang kehilangan kehormatannya, jika di lihat tampak masih indah tapi jika dirasakan tak ada lagi saripati keindahan yang bisa dibanggakan.

Antara Bopunjur dan Banjir di Ibu Kota RI


Di tengah melimpahnya air banjir, keluarga Kusnadi (69), warga kawasan Senen, Jakarta Pusat, justru kesulitan air untuk mandi, cuci, dan kakus. Pasalnya, jet pump di depan rumahnya terendam air sehingga tidak bisa beroperasi.

Penderitaan keluarga Kusnadi tidak seberapa dibandingkan ribuan warga yang rumahnya tidak jauh dari Sungai Ciliwung, seperti Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ini akibat ketinggian air di perkampungan langganan banjir itu rata-rata di atas 1,5 meter.
Untuk membantu meringankan penderitaan warga saat banjir, Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Indowater ITB bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengoperasikan water treatment plan (WTP) mobile. WTP adalah alat pengolah air bersih bergerak milik Kementerian Pekerjaan Umum yang ditempatkan di Kampung Pulo, Kampung Melayu.

Priangan, Istana Para Dewa


KOMPAS.com - Menurut Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia, dan Budaya (2000), kata parahyangan berasal dari pa-rahyang-an atau para-hyang-an yang berarti 'tempat para dewa'. Kata rahyang atau hyang identik dengan dewa.

Menurut sejarawan dari Universitas Padjadjaran, Kunto Sofianto, pandangan ini tak lepas dari bentang alam Priangan yang berupa perbukitan serta kehadiran gunung-gunung, antara lain Gede, Guntur, Papandayan, dan Tangkubanparahu. "Sejak zaman dulu sudah ada bukti pemujaan di gunung-gunung berupa punden berundak," ujar Kunto.

Karesidenan Bogor


Bogor merupakan salah satu kota tua yang ada di Indonesia. Kota ini telah berdiri semenjak tahun 1579, sehingga dalam perjalanan sejarahnya, Kota Bogor pernah menjadi ibu kota Karesidenan Bogor yang meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

Sebagai bekas ibu kota Karesidenan Bogor, Kota Bogor masih memiliki sebuah bangunan peninggalan semasa kolonial yang dulunya merupakan rumah dinas bagi asisten residen dan sekaligus sebagai tempat kerjanya, yang sekarang dikenal sebagai Gedung Karesidenan Bogor.

Gedung ini terletak di Jalan Ir. H. Juanda No. 4 Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lokasi gedung cukup strategis karena berada di jalur wisata bangunan bersejarah yang ada di Kota Bogor, yang bersebelahan dengan Kantor Kejaksaan Negeri Bogor.

Megapolitan dan BOPUNJUR

Kuliner Khas BOPUNJUR